Kamis, 03 Oktober 2013

Kambing etawa

Membudidayakan kambing etawa kini sedang
gemar dilakukan oleh para peternak kambing
di berbgai daerah. beternak kambing etawa
memang bisa menjadi peluang usaha yang
menjanjikan keuntungan yang berlimpah,
namun sering kali para peternak pemula ragu
dalam memutuskan untuk beternak kambing
etawa ini. Butuh kebijakan dalam menyikapi
suatu analisa usaha ternak kambing etawa.
Jangan sampai analisa-analisa tersebut
membuat para pemula menjadi ragu untuk
beternak atau bahkan terlalu berharap. Terlalu
berharap untuk mendapatkan keuntungan dari
analisa-analisa yang ada akan
mengakibatkan suatu bisnis budidaya bisa
langsung tutup saat menemui kendala.
Beberapa cara bijak yang bisa dilakukan
sebelum beternak adalah:
a. Jadikanlah analisa-analisa yang ada
sebagai gambaran kasar dari keuntungan
yang mungkin diperoleh. Sebuah usaha pasti
menguntungkan asal dilakukan dengan fokus
& konsisten.
b. Memperhatikan penempatan kandang
terhadap sumber pakan hijauan. Menekan
biaya pakan adalah kunci sukses beternak
etawa. Perhatikan juga keseterdiaan pakan
konsentrat seperti ampas tahu / bungkil
jagung.
c. Tahu pasti tentang daya serap pasar
terhadap produk ternak kambing etawa.
Dengan mengetahui daya serap pasar akan
menentukan tujuan beternak kambing etawa.
Apakah untuk pedaging, susu/kontes.
d. Infrastruktur haruslah sesuai dengan jumlah
kambing yang akan dipelihara dan modal
yang ada. Semisal adalah; sangat bagus
untuk memiliki kandang terbuat dari kayu dan
beratap genteng. Namun jika belum ada
modal, maka kayu dapat diganti bambu dan
genteng bisa diganti asbes. Intinya adalah
mendahulukan yang perlu agar peternakan
bisa berjalan. Semua itu punya tujuan untuk
efisiensi penggunaan modal.
e. Pilihlah kambing peranakan etawa /
kambing etawa yang sesuai dengan tujuan
beternak dan modal yang ada. Harga kambing
etawa ras kaligesing sekarang ini cukup
mahal. Dengan membeli bibit/induk kambing
etawa ras senduro yang lebih murah &
berkualitas akan bisa mengurangi biaya
pembelian kambing perah & pedaging.
f. Mulailah dari yang mudah, murah dan kecil.
Ini bertujuan agar peternak kambing etawa
pemula belajar mengenai aspek-aspek
manajemen dalam ternak kambing etawa.
Juga upaya mengurangi risiko kerugian jika
ada kambing yang mati.
g. Merencanakan jangka panjang untuk
mengembangkan & membesarkan peternakan
kambing etawa. Dengan prinsip ini diharapkan
peternak tak tburu-buru untuk mengambil
semua laba tanpa memperhitungkan
pembesaran kandang (seperti perluasan
kandang /penambahan kambing). Hendaknya
keuntungan yang diperoleh diputar lagi untuk
memperbesar aset peternakan.
h. Banyak belajar mengenai ternak kambing
etawa lewat buku seminar maupun dari
internet. Konsultasi antar sesama peternak
kambing etawa dan yang telah berhasil bisa
membantu pemahaman manajemen ternak
yang baik dan benar.
Pemeliharan budidaya kambing etawa
tergolong cukup mudah. Kandang bisa kita
buat dari bambu. Tidak butuh pakan khusus
selain hijauan daun dan konsentrat. Lantai
kandang kambing yang berkisi-kisi
memungkinkan kotoran bisa langsung jatuh ke
tanah. Kotoran dapat dibiarkan di tanah
tanpa menimbulkan bau, asal kering. Kotoran
ini dengan sendirinya bisa terurai dengan
halus dan hasilnya dapat kita jual sebagai
pupuk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar