Rabu, 02 Oktober 2013

EROSI


Hilangnya tanah, atau disebut erosi,
disebabkan oleh angin dan air
mengikis tanah dan menghanyutkannya .
Melindungi tanah dari erosi, terutama di
lereng bukit yang curam, akan
meningkatkan kemampuan tanah untuk
menumbuhkan tanaman, melindungi
sumber-sumber air di bagian hilir, dan
mencegah terjadinya tanah longsor . Para
petani menaati 3 prinsip untuk mencegah
erosi dan mengalirnya air di permukaan
tanah:
1 . Memperlambat aliran air dengan
membuat penghalang alami dari batas
air tertinggi sampai ke bawah .
2 . Memecah jalur aliran air dengan cara
membuat cabang-cabang saluran untuk
membaginya dan mengarahkan alirannya .
3 . Membenamkan air dengan cara
memperbaiki struktur tanah sehingga
air dapat tersaring masuk ke dalam tanah .
Tanda-tanda terjadinya erosi kadang-
kadang sulit dikenali . Antara lain adanya
tanaman yang produksinya berkurang
tidak sebanyak biasa, atau sungai yang
mengandung lebih banyak lumpur
dibanding sebelumnya (terutama setelah
terjadinya badai), dan tanah yang semakin
tidak subur.
Ketika erosi belum terjadi, dapat dicegah
dengan mempertahankan tanaman dan
pepohonan sebanyak mungkin, dan dengan
mengarahkan aliran air permukaan agar
masuk ke dalam selokan, kolam, dan
aliran air alami . Saat erosi sudah parah,
masih ada kemungkinan untuk
menghentikannya dan mengembalikan
kesuburan tanah . Bahkan dengan
meletakkan sebarisan batu atau
membangun dinding batu yang rendah
membujur di kemiringan lahan dapat
mencegah tanah terhanyut ke kaki bukit,
dan menciptakan tempat yang subur untuk
pohon dan tanaman pangan . Metode
usahatani berkelanjutan seperti
penggunaan pupuk hijau, melakukan rotasi
tanaman, pemberian mulsa, dan
penanaman pohon bersama dengan
tanaman pangan juga merupakan
cara melindungi tanah dan
mempertahankan sumberdaya air.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar