Kakao sebagai bahan dasar
pembuatan coklat mempunyai
prospek bisnis yang bagus.
Banyak orang yang berniat
membudidayakan kakao karena
keuntungan yang didapatkan
lumayan besar. Namun dalam
proses budidaya kakao tersebut
prosesnya tidak sesederhana
tanaman-tanaman lain. Kakao
membutuhkan perhatian khusus
supaya hasil panennya maksimal
dan berkualitas. Selain persiapan
lahan yang harus dilakukan
dengan matang dan juga
pembibitan yang memerlukan
proses panjang. Penanaman
Kakao juga memiliki beberapa
langkah yang hars diperhatikan
bagi para calon pembudidaya
coklat mentah ini. Berikut adalah
langkah-langkah dalam
penanaman kakao:
Pengajiran
a. Ajir dibuat dari bambu tinggi
80 - 100 cm.
b. Pasang ajir induk sebagai
patokan dalam pengajiran
selanjutnya.
Untuk meluruskan ajir gunakan
tali sehingga diperoleh jarak
tanam yang sama.
Lubang Tanam
a. Ukuran lubang tanam 60 x 60
x 60 cm pada akhir musim hujan.
b. Berikan pupuk kandang yang
dicampur dengan tanah (1:1)
ditambah pupuk TSP 1-5 gram
per lubang.
Tanam Bibit
1. Pada saat bibit kakao ditanam,
pohon naungan harus sudah
tumbuh baik dan naungan
sementara sudah berumur 1
tahun.
2. Penanaman kakao dengan
system tumpang sari tidak perlu
naungan, misalnya tumpang sari
dengan pohon kelapa
3. Bibit dipindahkan ke lapangan
sesuai dengan jenisnya, untuk
kakao Mulia ditanam setelah
bibit umur 6 bulan, Kakao Lindak
umur 4-5 bulan
4. Penanaman saat hujan sudah
cukup dan persiapan naungan
harus sempurna. Saat
pemindahan sebaiknya bibit
kakao tidak tengah membentuk
daun muda (flush).
Setelah proses penanaman
berjalan dengan baik maka yang
perlu dilakukan oleh para
pembudidaya adalah perawatan.
Secara keseluruhan, perawatan
tanaman Kakao ini tidak berbeda
jauh dengan tanaman lain, yaitu
penyiraman dilakukan 2 kali
sehari (pagi dan sore) sebanyak
2-5 liter/pohon. Setelah itu,
dibuat lubang pupuk disekitar
tanaman dengan cara dikoak.
Pupuk dimasukkan dalam lubang
pupuk kemudian ditutup kembali.
Sebelum penanaman, tentunya
yang diperlukan adalah biji atau
bibit Kakao yang berkualitas
supaya hasil panen sesuai
dengan harapan anda. Pemilihan
biji maupun bibit ini tidak boleh
sembarangan.
Sabtu, 05 Oktober 2013
Kakao
Kamis, 03 Oktober 2013
Menanam LADA
Siapa yang tidak kenal komoditas
Lada atau juga dikenal dengan
merica. Gara-gara rempah inilah
mencul kolonialisme di penjuru
dunia. Lada /merica ( Piper
nigrum L.) adalah rempah-
rempah berwujud biji-bijian.
Lada sangat penting dalam
komponen masakan dunia
terutama di barat (western) dan
dikenal luas sebagai komoditi
perdagangan penting.
Provinsi Lampung adalah salah
satu negara penghasil lada
terbesar di Indonesia. Indonesia
mempunyai peranan penting
dalam perdagangan lada di
dunia. Indonesia terkenal dengan
pasokan lada putih “Muntok
White Pepper” dan lada hitam
”Lampung Black Pepper”.
Manfaat paling utama lada yang
utama adalah sebagai bumbu
masak yang bisa membuat rasa
masakan menjadi sedap,
beraroma merangsang, dan
menghangatkan badan.
Karenanya di Indonesia lada
digunakan bumbu khusus
masakan-masakan peningkat
gairah. Sementara itu di India
yang masyarakatnya dikenal
sangat menyukai masakan
berbumbu lada, sehingga hampir
sebagian besar produksi lada
mereka untuk konsumsi dalam
negeri. Selain untuk bumbu
masak, lada bersama beberapa
rempah lain dan umbi-umbian
juga digunakan sebagai bahan
ramuan jamu tradisional.
Lada terutama lada hitam, sering
pula disuling untuk diambil
minyaknya. Minyak lada dengan
aroma wangi yang khas ini
dipergunakan untuk bahan
campuran minyak wangi.
SYARAT PERTUMBUHAN
Iklim
- Curah hujan 2.000-3.000 mm/
th
- Cukup sinar matahari (10 jam
sehari)
- Suhu udara 20°C-34°C
- Kelembaban udara 50-100%
- Terlindung dari tiupan angin
yang terlalu kencang
Media Tanam
- Subur dan kaya bahan organik
- Tidak tergenang atau terlalu
kering
- pH tanah 5,5-7,0
- Warna tanah merah sampai
merah kuning seperti Podsolik,
Lateritic, Latosol dan Utisol
- Kandungan humus tanah
sedalam 1-2,5 m
- Kelerengan/kemiringan lahan
maksimal ± 300
- Ketinggian tempat 300-1.100
mdpl
CARA BUDIDAYA LADA ATAU
MERICA
Pembibitan
- Terjamin kemurnian jenis
bibitnya
- Berasal dari pohon induk yang
sehat
- Bebas dari hama dan penyakit
- Berasal dari kebun induk
produksi yang sudah berumur 10
bulan-3 tahun (Kebutuhan bibit ±
2.000 bibit tanaman perhektar)
Pengolahan Media Tanam
a. Cangkul 1, pembalikan tanah
sedalam 20-30 cm
b. Taburkan kapur pertanian dan
diamkan 3-4 minggu
Dosis kapur pertanian :
Pasir dan
Lempung
berpasir: pH
Tanah 3,5 ke
4,5 = 0,6
ton/ha; pH
Tanah 4,5 ke
5,5 = 0,6
ton/ha; pH
Tanah ke 6,5
= 0,9 ton/ha
Lempung:
pH Tanah 3,5
ke 4,5 = 0,6
ton/ha; pH
Tanah 4,5 ke
5,5 = 1,7
ton/ha; pH
Tanah ke 6,5
= 0,9 ton/ha
Lempung
Berdebu: pH
Tanah 3,5 ke
4,5 = 0,6
ton/ha; pH
Tanah 4,5 ke
5,5 = 2,6
ton/ha; pH
Tanah ke 6,5
= 3,2 ton/ha
Lempung
Liat: pH
Tanah 3,5 ke
4,5 = 0,6
ton/ha; pH
Tanah 4,5 ke
5,5 = 3,4
ton/ha; pH
Tanah ke 6,5
= 4,2 ton/ha
c. Cangkul 2, haluskan dan
ratakan tanah
Teknik Penanaman
Sistem
penanaman
adalah
monokultur (jarak
tanam 2m x 2m),
tetapi juga bisa
ditanam dengan
tanaman lain
(tumpang sari)
Lubang tanam
dibuat limas
ukuran atas 40
cm x 35 cm,
bawah 40 cm x
15 cm dan
kedalaman 50 cm
Biarkan lubang
tanam 10-15 hari
barulah bibit
ditanam
Waktu
penanaman
sebaiknya musim
penghujan atau
peralihan dari
musim kemarau
kemusim hujan,
pukul 6.30 pagi
atau 16.30-18.00
sore
Cara penanaman :
menghadapkan
bagian yang
ditumbuhi akar
lekat kebawah,
sedangkan
bagian belakang
(yang tidak
ditumbuhi akar
lekat) menghadap
keatas
Taburkan pupuk
kandang
0,75-100 gram/
tanaman
Tutup lubang
tanam dengan
tanah galian
bagian atas
Pemeliharaan Tanaman
Pengikatan Sulur Panjat
Panjatkan pada tiang panjat
menggunakan tali. Ikatkan
dengan dipilin dan dilipat hingga
mudah lepas bila sulur tumbuh
besar dan akar lekatnya sudah
melekat pada tiang panjat.
Penyiangan dan Pembumbunan
Penyiangan setiap 2-3 bulan
sekali. Pembubunan dilakukan
bersamaan dengan penyiangan.
Perempalan
Perempalan atau pemangkasan
dilakukan pada:
Batang, dahan, ranting yang tidak
produktif, atau terserang hama
dan penyakit.
Pucuk/batang, karena tidak
memiliki dahan yang produktif
Batang yang sudah tua agar
meremajakan tanaman menjadi
muda kembali.
Pemupukan Susulan
Lakukan pemupukan sesua
dengan aturan pupuk yang akan
digunakan, biasakan dengan
menggunakan pupuk organik
Pengairan dan Penyiraman
Pada musim kemarau
penyiraman sehari sekali di sore
hari. Pada musim hujan tidak
boleh tergenang.
Pemberian Mulsa
Usia 3-5 bulan, beri mulsa alami
berupa dedaunan tanaman
tahunan ataupun alang-alang.
Penggunaan Tajar (Ajir)
Sebaiknya gunakan tajar (Ajir)
mati dari bahan kayu. Pangkal
tajar (Ajir) diruncingkan, bagian
ujung dibuat cabang untuk
menempatkan batang lada yang
panjangnya telah melebihi tinggi
tajar (Ajir). Panjang tajar (Ajir)
2,5-3 m..
Hama dan Penyakit
Hama
a. Hama Penggerek Batang
(Laphobaris Piperis)
Ciri: berwarna hitam, ukuran 3-5
mm. Serangga dewasa lebih suka
menyerang bunga, pucuk daun
dan cabang-cabang muda.
Akibat lain bila Nimfanya
(serangga muda) berupa ulat
akan menggerek batang dan
cabang tanaman. Pengendalian:
memotong cabang batang atau
lakukan penyemprotan dengan
bahan organik
b. Hama bunga
Ciri: Serangga dewasa berwarna
hitam, sayap seperti jala,
terdapat tonjolan pada
punggungnya, ukuran panjang
tubuh 4,5 mm dan lebar 3 mm.
Gejala: serangga dewasa/
nimfanya menyerang bunga
berakibat bunga rusak dan
menimbulkan kegagalan
pembuahan, siklus hidupnya
sekitar 1 bulan. Pengendalian:
pemotongan pada tandan bunga
atau lakukan penyemprotan
dengan bahan organik
c. Hama buah
Ciri: serangga berwarna hijau
kecoklatan, nimfanya tidak
bersayap, berwarna bening dan
empat kali ganti kulit. Serangga
dewasa atau nimfanya
menyerang buah sehingga isi
buah kosong. Telurnya biasa
diletakkan pada permukaan daun
atau pada tandan buah, siklus
hidupnya sekitar 6 bulan.
Pengendalian: musnahkan telur
dipermukaan daun, cabang, dan
yang ada pada tandan buah atau
lakukan penyemprotan dengan
bahan organik
Penyakit
a. Penyakit busuk pangkal
batang (BPB)
Penyebab: jamur Phytopthora
Palmivora Var Piperis. Gejala:
awal serangan sulit diketahui.
Bagian yang mulai terserang
pada pangkal batang
memperlihatkan garis-garis
coklat kehitaman dibawah kulit
batang. Daun berubah warna
menjadi layu (berwarna kuning).
Pencegahan : penanaman jenis
lada tahan penyakit BPB
b. Penyakit kuning
Penyebab: tidak terpenuhinya
berbagai persyaratan agronomis
serta serangan cacing halus
(Nematoda) Radhophalus similis
yang mungkin berasosiasi
dengan nematoda lain seperti
Heterodera SP, M incognita dan
Rotylenchus Similis. Gejala:
menyerang akar tanaman lada,
ditandai menguningnya daun
lada, akar rambut mati,
membusuk dan berwarna hitam.
Cepat lambatnya gejala daun
menguning tergantung berat
ringannya infeksi dan kesuburan
tanaman. Pengendalian:
Pemberian pupuk kandang,
pengapuran, pemupukan tepat
dan seimbang
Catatan : Jika pengendalian hama
penyakit dengan menggunakan
pestisida alami belum mengatasi
dapat dipergunakan pestisida
kimia yang dianjurkan
Panen
Ciri dan Umur Panen
Panen pertama umur tiga tahun
atau kurang. Ciri-ciri: tangkainya
berubah agak kuning dan sudah
ada buah yang masak (berwarna
kuning atau merah).
Cara Panen
Pemetikan dari buah bagian
bawah hingga buah bagian atas,
dengan mematahkan persendian
tangkai buah yang ada diketiak
dahan.
Periode Panen
Periode panen sesuai iklim
setempat, jenis lada yang
ditanam dan intensitas
pemeliharaan
KOMPOS
Cara terbaik mengendalikan
sampah rumah tangga kita sendiri
adalah dengan mengubahnya
menjadi pupuk kompos. Pupuk ini
terbuat dari bahan organik dan
proses pembuatannya tidak terlalu
rumit karena tidak membutuhkan
tempat luas, banyak peralatan, dan
biaya. Kompos berguna untuk
memperbaiki struktur tanah, zat
makanan yang diperlukan
tumbuhan akan tersedia. Mikroba
yang ada dalam kompos akan
membantu penyerapan zat
makanan yang dibutuhkan
tanaman. Tanah akan menjadi
lebih gembur. Tanaman yang
dipupuk dengan kompos akan
tumbuh lebih baik. Hasilnya
bunga-bunga berkembang,
halaman menjadi asri dan teduh.
Hawa menjadi segar karena
oksigen yang dihasilkan oleh
tumbuhan.
Pengkomposan
Bahan yang dibutuhkan:
1. Bak atau drum plastik bekas
2. Karung goni atau anyaman
bambu
3. Tanah atau paving block
Cara membuat:
Campur satu bagian sampah hijau
(sampah organik) dan satu bagian
sampah coklat (sampah kotoran
hewan) di dalam bak atau drum
bekas yang bagian bawahnya
ditutupi tanah atau paving block
dan sudah diberi lubang agar
kelebihan air dapat merembes ke
tanah.
Tambahkan satu lapisan tanah
atas, campurkan. Biarkan mikroba
aktif dalam tanah bekerja
mengolah sampah menjadi
kompos.
Ulangi lagi proses pertama dan
kedua untuk lapisan berikutnya.
Tutup drum atau bak plastik
dengan karung goni atau anyaman
bambu. Proses ini bisa juga
dilakukan setiap dua hari sekali.
Setelah tujuh hari, buka dan
aduklah pupuk kompos tersebut.
Setelah itu tutup lagi. Lakukan
proses ini setiap tujuh hari sekali.
Untuk mempercepat
pengomposan, dapat ditambahkan
bio-activator berupa larutan
effective microorganism (EM) yang
dapat dibeli di toko pertanian.
Setelah 4-6 minggu, jika
campuran pupuk berwarna
kehitaman, dan sudah tidak berbau
sampah lagi, berarti proses
pengomposan sudah selesai.
Ayak dan pisahkan bagian yang
kasar, jika perlu. Kompos yang
kasar bisa dicampurkan ke dalam
bak pengomposan sebagai
activator.
Topik pemetaan Hkm
Kelompok-kelompok HKm se Lampung Barat melakukan pertemuan yang difasilitasi oleh BP
DAS WSS bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Lampung Barat dan SCBFWM(26/4).
Pertemuan yang dihadiri peserta sebanyak 72 orangdari 20 kelompok HKm ini bertajuk
Bimbingan Teknis dengan topik bahasan pemetaan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh
kelompok Hutan Kemasyarakatan yang telah memiliki Izin Usaha Pengelolaan Hutan
Kemasyarakatan (IUPHKm) selama 35 tahun.
Regional Fasilitator Proyek SCBFWM Regional lampung, Zainal Abidin dalam presentasinya
menguraikan Hak dan Kewajiban pemegang IUPHKm. Diantara kewajiban yang banyak
disoroti adalah masih rendahnya pemegang IUPHKm menyerahkan Rencana Umum dan
Rencana Operasional HKm. Dari 22 kelompok HKm pemegang IUPHKm, baru 7 yang telah
selesai menyusun RU dan RO. Padahal, RU dan RO merupakan kewajiban yang harus
dilaksanakan pemegang izin sesuai dengan Permenhut No. P 37/2007 tentang Hutan
Kemasyarakatan.
Dari pertemuan tersebut, tidak banyak juga kelompok HKm yang siap untuk menyusun RU
dan RO. Hanya 1 HKm, yaitu HKm Abung Jaya yang mengajukan fasilitas Hibah Kecil untuk
penyusunan RU dan RO kepada SCBFWM, tantangan bagi Dinas Kehutanan Kabupaten
Lampung Barat sebagai pemberi IUPHKm untuk terus melakukan persuasi kepada kelompok
HKm dalam menyusun RU dan RO.
Disadari atau tidak memang RU dan RO cukup rumit dilaksanakan tanpa dukungan dan
fasilitasi pihak lain. Ada hal-hal teknis yang cukup berat untuk dilaksanakan, seperti
keharusan membuat peta andil, peta batas, berbasis GIS/GPS, pendataan tanam tumbuh, dan
lainnya. Namun demikian, fasilitasi dari SCBFWM, Dinas Kehutanan, maupun pihak lain
nampaknya dapat mempercepat penyusunannya.
“Yang dibutuhkan adalah kesungguhan dari kelompok HKm untuk mau membuatnya, dan ini
yang menjadi salah satu peta masalah HKm di Lampung Barat. SCBFWM siap menjadi
bagian dari solusi, namun tetap bahwa partisipasi masyarakat adalah mutlak sifatnya”
ungkap Zainal Abidin. (SCBFWM Reg. Lampung)
Kambing etawa
Membudidayakan kambing etawa kini sedang
gemar dilakukan oleh para peternak kambing
di berbgai daerah. beternak kambing etawa
memang bisa menjadi peluang usaha yang
menjanjikan keuntungan yang berlimpah,
namun sering kali para peternak pemula ragu
dalam memutuskan untuk beternak kambing
etawa ini. Butuh kebijakan dalam menyikapi
suatu analisa usaha ternak kambing etawa.
Jangan sampai analisa-analisa tersebut
membuat para pemula menjadi ragu untuk
beternak atau bahkan terlalu berharap. Terlalu
berharap untuk mendapatkan keuntungan dari
analisa-analisa yang ada akan
mengakibatkan suatu bisnis budidaya bisa
langsung tutup saat menemui kendala.
Beberapa cara bijak yang bisa dilakukan
sebelum beternak adalah:
a. Jadikanlah analisa-analisa yang ada
sebagai gambaran kasar dari keuntungan
yang mungkin diperoleh. Sebuah usaha pasti
menguntungkan asal dilakukan dengan fokus
& konsisten.
b. Memperhatikan penempatan kandang
terhadap sumber pakan hijauan. Menekan
biaya pakan adalah kunci sukses beternak
etawa. Perhatikan juga keseterdiaan pakan
konsentrat seperti ampas tahu / bungkil
jagung.
c. Tahu pasti tentang daya serap pasar
terhadap produk ternak kambing etawa.
Dengan mengetahui daya serap pasar akan
menentukan tujuan beternak kambing etawa.
Apakah untuk pedaging, susu/kontes.
d. Infrastruktur haruslah sesuai dengan jumlah
kambing yang akan dipelihara dan modal
yang ada. Semisal adalah; sangat bagus
untuk memiliki kandang terbuat dari kayu dan
beratap genteng. Namun jika belum ada
modal, maka kayu dapat diganti bambu dan
genteng bisa diganti asbes. Intinya adalah
mendahulukan yang perlu agar peternakan
bisa berjalan. Semua itu punya tujuan untuk
efisiensi penggunaan modal.
e. Pilihlah kambing peranakan etawa /
kambing etawa yang sesuai dengan tujuan
beternak dan modal yang ada. Harga kambing
etawa ras kaligesing sekarang ini cukup
mahal. Dengan membeli bibit/induk kambing
etawa ras senduro yang lebih murah &
berkualitas akan bisa mengurangi biaya
pembelian kambing perah & pedaging.
f. Mulailah dari yang mudah, murah dan kecil.
Ini bertujuan agar peternak kambing etawa
pemula belajar mengenai aspek-aspek
manajemen dalam ternak kambing etawa.
Juga upaya mengurangi risiko kerugian jika
ada kambing yang mati.
g. Merencanakan jangka panjang untuk
mengembangkan & membesarkan peternakan
kambing etawa. Dengan prinsip ini diharapkan
peternak tak tburu-buru untuk mengambil
semua laba tanpa memperhitungkan
pembesaran kandang (seperti perluasan
kandang /penambahan kambing). Hendaknya
keuntungan yang diperoleh diputar lagi untuk
memperbesar aset peternakan.
h. Banyak belajar mengenai ternak kambing
etawa lewat buku seminar maupun dari
internet. Konsultasi antar sesama peternak
kambing etawa dan yang telah berhasil bisa
membantu pemahaman manajemen ternak
yang baik dan benar.
Pemeliharan budidaya kambing etawa
tergolong cukup mudah. Kandang bisa kita
buat dari bambu. Tidak butuh pakan khusus
selain hijauan daun dan konsentrat. Lantai
kandang kambing yang berkisi-kisi
memungkinkan kotoran bisa langsung jatuh ke
tanah. Kotoran dapat dibiarkan di tanah
tanpa menimbulkan bau, asal kering. Kotoran
ini dengan sendirinya bisa terurai dengan
halus dan hasilnya dapat kita jual sebagai
pupuk.
Dasar Pemupukan Kopi
Sedikit yang memahami peran pemupukan
pada tanaman kopi. Padahal pengetahuan
tentang pemupukan merupakan hal penting
yang harus dipahami oleh kita para petani
untuk meningkatkan dan menjaga
produktivitas tanaman. Data penelitian dari
India menyatakan setiap panen 6000 kg kopi
gelondongan dari areal perkebunan berarti
kita telah mengambil 40 kg N (Nitrogen), 2,2
kg P (Phosphor) dan 53 kg Kalium (K) dari
dalam tanah. Bayangkan bila kita hanya
melakukan panen saja tanpa pernah
melakukan pemupukan. Tanah akan menjadi
miskin dan kopi kita tentu saja menjadi
merana. Agar pemupukan yang kita lakukan
memberikan pengaruh yang optimal ke
tanaman perlu bagi kita untuk memahami
prinsip dasar pemupukan. Karena pemupukan
merupakan kegiatan penambahan unsur-
unsur hara tertentu kedalam tanah. maka
sebelum membahas tentang prinsip
pemupukan ada baiknya kita mengetahui
tentang apa itu tanah?
Pengertian tanah beragam. Namun saya
menganggap tanah merupakan tempat media
tumbuh tanaman kopi, dalam media tersebut
terkandung unsur-unsur/bahan makanan/
Nutrisi/Gizi yang dibutuhkan oleh tanaman
untuk hidup dan berkembang. Unsur hara
dalam tanah dapat berkurang sehingga
produksi menjadi menurun. Jika kita
analogikan, membudidayakan kopi sama
halnya dengan melakukan penambangan
terhadap unsur-unsur hara tanah tadi.
Prinsipnya, tanaman kopi menyerap unsur
hara kemudian diproses menjadi bahan
tanaman seperti buah kopi, kemudian kita
melakukan pemanenan dan mengangkut hasil
panen keluar dari kebun. Bisa dibayangkan
berapa banyaknya unsur-unsur hara tanah
tadi yang kita tambang dari areal kebun kopi
sepanjang tahun.
Kurangnya pengetahuan tentang pemupukan
membuat tanah areal perkebunan menjadi
miskin, karena kandungan unsur hara yang
dikandungnya tidak memadai untuk
menunjang produksi buah tanaman kopi.
Akibatnya produksi buah menurun, buah
menjadi kecil-kecil, tanaman merana dan
mudah terserang hama dan penyakit.
Petani kopi di beberapa daerah di Indonesia
yang terkenal dengan kesuburan tanahnya
sering mengabaikan masalah pemupukan.
Banyak anggapan yang berkembang bahwa
ditanah yang subur pemupukan tidak
diperlukan lagi. Bila anda termasuk kalangan
yang bepikir demikian mungkin anda wajib
menyimak artikel Unsur hara yang dibutuhkan
tanaman kopi arabika. Ditanah yang subur
sekalipun pemupukan tetap wajib dilakukan,
namun tentu saja berbeda jenis dan
jumlahnya.
Seringkali pemupukan yang kita lakukan
tidak berdampak optimal terhadap produksi
kopi dikebun kita. Penyebabnya karena
kurangnya pemahaman terhadap Prinsip
dasar pemupukan. Prinsip dasar pemupukan
terdiri dari 4 T, yaitu: tepat waktu, tepat
jenis, tepat dosis dan tepat aplikasi.
Tepat Waktu
Tanaman kopi melalui dua fase
perkembangan, yaitu perkembangan vegetatif
dan perkembangan generatif. Periode
perkembangan vegetatif (pertumbuhan)
meliputi masa perkembangan akar, batang,
tunas, daun dan lain sebagainya. Masa
perkembangan generatif merupakan periode
pembentukan bunga dan buah. Kedua
periode perkembangan ini memerlukan unsur
hara dominan yang berbeda.
Masa vegetatif:
Perkembangan akar, unsur
yang membantu pembentukan
akar; N (Nitrogen), P
(Pospor), Ca (Kalsium), Bo
(Boron).
Perkembangan batang, unsur
yang membantu pembentukan
batang; N, P, K (kalium), Bo
dan Zn (senk).
Perkembangan kulit batang,
unsur yang membantu
pembentukannya; N, P, Mg
(Magnesium), Fe (Besi), Mn
(Mangan) dan Cu (tembaga).
Daun, unsur yang membantu
pembentukannya; N, P, Ca,
Mg, Fe, Mn, Cu dan Bo.
Masa generatif:
Pembentukan bunga, unsur
yang membantu; P, K, Bo, dan
Zn.
Pembentukan buah agar buah
menjadi besar, berat,
mengandung lemak, protein
dan rendemennya tinggi
adalah; N, P, K, Ca, Mg, S
(Sulfur=belerang), Fe, Bo dan
Mn.
Tepat waktu pada pemupukan juga mengacu
pada tepatnya waktu pemupukan dan umur
tanaman. Pemupukan sebaiknya dilakukan
pada awal musim hujan. Karena saat ini
perbedaan antara musim hujan dan kemarau
sudah tidak pasti maka pemupukan
sebaiknya dilakukan pada keadaan cuaca
yang udaranya lembab (kemungkinan turun
hujan tinggi). Pemupukan yang dilakukan
pada musim kemarau menyebabkan pupuk
mudah menguap dan tanaman menjadi
kering. Pada beberapa kasus seperti pada
tanaman yang baru dipindahkan dapat
mematikan tanaman.
Tepat Jenis
Tepat jenis mengacu pada pemberian unsur
yang sesuai berdasarkan fase perkembangan
tanaman kopi. Prinsip dasar pemilihan pupuk
yang digunakan mengacu pada uraian sub-
poin Tepat waktu diatas.
Tepat Dosis
Sampai saat ini, penulis sendiri belum
menemukan penelitian yang membahas dosis
pemupukan secara mendalam. Dosis
pemupukan yang kami terapkan saat ini lebih
mengacu pada pengalaman di lapangan. Bisa
dikatakan dosis pemupukan tidak baku. Pada
tempat dan waktu yang berbeda dosis
pemupukan dapat saja berbeda karena
perbedaan kesuburan tanah, umur tanaman,
kemiringan lahan, jenis tanah, dan
sebagainya. Namun sebagai acuan,
pelaksanaan pemupukan yang kami lakukan
mengacu pada dosis pemupukan pada buku
pelatihan Budidaya Kopi Arabika di Sumatera
Utara. Namun dosis pemupukan tersebut
disesuaikan dengan respon tanaman
sehingga jumlah pupuk tidak berlebih atau
kurang.
Tepat Aplikasi
Pengaplikasian yang tepat memungkinkan
jumlah pupuk yang hilang akibat penguapan
dan tercuci oleh hujan sedikit. Pemupukan
pada kopi arabika dilakukan disisi luar
perakaran sejajar tajuk tanaman. Pupuk di
benamkan melingkar sedalam 5-10 cm.
Pemupukan sejajar dengan sisi luar tajuk
bertujuan agar pupuk yang baru
diaplikasakan tidak kontak langsung dengan
akar tanaman. Kontak langsung bisa
menyebabkan sel-sel rambut akar rusak
sehingga akar tanaman menjadi stress.
Budidaya kopi merupakan suatu kegiatan
yang selalu mengalami penyempurnaan oleh
pengalaman dan keberanian mencoba.
Tulisan ini merupakan pengalaman kami
membudidayakan kopi arabika di Gunung
Talang, pengalaman ini masih jauh dari
prosedur budidaya yang tepat, kami berharap
melalui diskusi dan tukar pengalaman di blog
ini kita bisa sama-sama memajukan dan
meningkatkan kualitas kopi nasional. Dalam
tulisan berikutnya kami akan mencoba
memaparkan Manajemen pemupukan pada
kopi arabika yang akan membahas metode
penghitungan pupuk kimia yang dibutuhkan
dalam satu tahun sehingga kita bisa
menyisipkan sebagian pendapatan dari panen
untuk biaya pemupukan nantinya. Sehingga
kita para petani kopi tidak perlu mencari
pinjaman dari pihak lain untuk biaya
pemupukan.
HUTANKU KEHIDUPANKU
Dalam rangka hari menanam pohon
Indonesia, Bulan menanam pohon, serta
Gerakan perempuan tanan dan pelihara
pohong tingkat kabupaten Lampung Barat
tahun 2012, Bupati Lampung Barat Drs. Hi.
Mukhlis Basri dan Wakil Bupati Makmur
Azhari melakukan penamaman pohon di
Pekon Semarang Jaya Kecamatan Air
Hitam sekaligus peresmian Kantor
Kecamatan Air Hitam.
Dalam sambutannya, Mukhlis Basri
mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk
bersama-sama membudayakan penamanan
pohon, sebagai penyangga kehidupan.
Dijelaskannya dengan menjaga kelestarian
hutan akan berpengaruh langsung dengan
siklus kehidupan, baik manusia, hewan dan
lingkungan. Seperti halnya ketersediaan air
bersih, bahkan dengan pelestarian hutan
juga berdampak pada terjaganya kesehatan
masyarakat.
" Jika hutan rusak maka dampaknya bisa
terjadi bencana longsor, banjir, bahkan bisa
terjadi konplik antara manusia dengan
binatang," ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan
Amirian dalam laporannya mengatakan
tujuan dari penamanan pohon tersebut
diantaranya, merehabilitasi guna
mengembalikan fungsi hutan, dan kegiatan
Konservasi keaneragaman hayati baik flora
dan fauna termasuk ketahanan pangan.
Serta Penyerapan karbondioksida dalam
rangka mitigasi perubahan iklim global.
Sementara untuk jangka panjang,
berkontribusi terhadap penyediaan sandang
dan pangan, energi, dan ketersidiaan air
tanah utk mendukung terwujudnya
kesejahteraan masyarakat.
Dan untuk mendukung pelestarian hutan
tersebut sejauh ini telah tertanam
sebanyak 3.777. 200 bibit pohon, yang
terdiri dari Program SCBFWM sebanyak 75
ribu batang, Kebun bibit rakyat sebanyak
3.350.000 bibit, Dana alokasi khusus
112.000 bibit. Selanjutnya RHL-TNI
sebanyak 200 ribu bibit, Rehabilitasi
sumber mata air sebanyak 10 ribu bibit
dan Gelam sebanyak 30,200 bibit.
Pada kesempatan itu juga bupati
mengawali dengan memukul kentongan
tanda di canangkan hari menanam pohon
indonesia, bulan menanam nasional, serta
gerakan perempuan tanam dan pelihara
pohon tahun 2012 sekaligus meresmikan ke
kantor kecamatan Air Hitam.
Selanjutnya penyerahan secara simbolis
izin usaha pemanfaatan HKm dan bantuan-
bantuan berupa :
I. Berdasarkan Keputusan Bupati
tentang IUPHKm untuk masa izin 35 tahun
diserahkan kepada kelompok HKm yaitu :
1. Gunung Raya. 2. Wana jaya, 3. Abung
jaya.
II. Keputusan bupati tentang izin
pembentukan kelembagaan kelompok tani
untuk masa izin 5 tahun kepada kelompok :
1. Fajar sari, 2. Mabar jaya.
III. Rencana umum/rencana operasional
kepada kelompok : 1. Harapan lestari, 2.
Wana marga rahayu.
IV. Penyerahan sepeda motor kepada
penyuluh kehutanan dan staf dinas
kehutanan. (Bur/TIM BJ/Humas Lambar)